Gebyar Pesona Budaya Garut 2019: Akhir yang Bahagia - Fyi Jogja

Breaking

For your information Jogja!

Selasa, 09 April 2019

Gebyar Pesona Budaya Garut 2019: Akhir yang Bahagia

Wayang Golek, di Pentas Wayang Ajen Gebyar Pesona Budaya Garut 2019

"Menyenangkan ya, bekerja sesuai passion. Jalan-jalan sambil bekerja," katanya sembari jalan menuju pesawat.

Selama empat hari tiga malam berada di tanah Garut aku merasa sangat nyaman. Udara yang sejuk dengan pemandangan pegunungan, serta hijaunya pepohonan yang rimbun. Air yang jernih menyegarkan, bahkan ada air panas yang bisa menghilangkan penyakit kulit. Wisata di Garut tidak cukup hanya menyaksikan event kebudayaan saja tetapi bentang alam harus di jelajahi.

Aku berangkat pada hari Jum'at pukul 16.23 WIB. Aku sampai di Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Pesan singkat aku kirim informasi terkini. "Sampe depan Indomaret," tulisku singkat. Menyerahkan e-ticket dan kartu identitas untuk pindah waktu menunggu. Monitor di depanku duduk tidak menunjukan informasi 'delay' tetapi nyatanya sedikit kurang tepat waktunya. Tetapi aku bersyukur karena selalu ada teman diperjalanan. Suka takut hilang kalau sendiri haha...

Landing dengan cuaca cukup bersahabat. Suara mesin tidak dihiraukan untuk bercakap-cakap. Sekitar 60 menit waktu yang terasa begitu cepat. Wilujeng Sumping! Kakiku mendekati tanah Bandung. Pukul 20.15 WIB aku sampai Bandung untuk transit, menggunakan shuttle. Tim lengkap, yah... Semua hanya menggu kami.


Di tengah perjalanan, berita tanah longsor terdengar hingga telinga ini. Duh.. jalanan terlihat genangan air berwana cokelat. Harapanku lebih cepat sampai lokasi. Mesin shuttle berhenti di sebuah bangunan bertulis Ma Ecot.

Ternyata energi harus diisi yang enak-enak. Supaya pikiran tidak lari, bahkan berputar lalu pingsang. Baru sadar, di sini kalau makan akan disediakan teh tawar. Itu gratis! Kalau mau teh manis, bilang teh manis ya. Aku pun tidak memesan teh manis, soalnya sudah manis aku mah. Haha!

Hari pertama ada pemecahan rekor dunia di Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG 2019). Lokasinya berada di Lapangan Ostista, Alun-alun Garut. Memangnya pemecahan rekor apa sih? Bermain alat musik Celentung, kalau belum pernah dengar alat musik yang satu ini. Sebab, alat musik yang terbuat dari kayu ini baru dicpitakan tahun 2018. Pada Gebyar Pesona Budaya Garut 2019 diperkenalkan sekaligus memecahan rekor dunia memaikan alat musik Celentung selama 10 menit dengan menyayikan dua buah lagu. Para pemain Celentung menggunakan pakaian batik berseragam.

Selanjutnya, prosesi Kawin Cai yaitu mencampurkan 12 air dari 12 komunitas adat menjadi satu. Ini adalah simbol untuk mempersatukan perbedaan menjadi satu. Berbagai perbedaan bisa menjadi satu seperti air yang berbeda jika disatukan dalam wadah bersatu padu.

Helaran Budaya menjadi rangkaian acara berikutnya. Seru sekali, berbagai pertunjukan yang luar biasa dipertontonkan. Tidak hanya dari Kabupaten Garut saja, tetapi beberapa kota dan provinsi di Indonesia mengikuti helaran budaya di GPBG 2019.

Untuk hari kedua, Penutupan berakhir gembira dan penuh semangat. Pertunjukan Wayang Ajen disaksikan oleh ratusan anak millenials di ballroom Fave Hotel Garut. (mo.)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar