Pembukaan Pameran ABALAKUSWA : Hadibusana Keraton Yogyakarta - Fyi Jogja

Breaking

For your information Jogja!

Senin, 09 Maret 2020

Pembukaan Pameran ABALAKUSWA : Hadibusana Keraton Yogyakarta



Pada Hari Selasa Wage, 7 Maret 1989 atau 29 Rejeb, Tahun Wawu 1921, KGPH Mangkubumi dinobatkan sebagai Raja ke-10 Keraton Kasultanan Yogyakarta dengan gelar Sri Sultan Hamengku Buwono X. Permaisurinya bergelar Gusti Kanjeng Ratu Hemas.

Hari ini Ngarsa Dalem genap bertakhta selama 31 tahun berdasarkan tahun Masehi. Berdasarkan hitungan tahun Jawa, genap bertakhta selama 32 tahun pada Hari Selasa Wage, 29 Rejeb, Tahun Wawu 1953 atau tanggal 24 Maret 2020
Guna memeringati agenda tersebut, pada Sabtu (7/3) pkl 19.00, akan digelar Pembukaan Pameran Budaya Jawa ABALAKUSWA : Hadibusana Keraton Yogyakarta di Bangsal Pagelaran Keraton Yogyakarta. Pada gelaran ini akan turut ditampilkan Fragmen Golek Menak dengan lakon ‘Jayengrana Jumeneng Nata” dan dapat disaksikan oleh masyarakat umum.

Adapun jalan ceritanya mengisahkan seorang Amir Ambyah (putra dari Adipati Mekkah, Abdul Mutolib), yang merupakan nama kecil dari Tiyang Agung Jayengrana yang sangat nakal saat masih kecil. Memasuki masa remaja dan dewasa, Amir Ambyah memutuskan untuk mengembara didampingi oleh Umarmaya dan Maktal. Mereka mengembara dan menyebarkan agami suci. Pada saat pengembaraannya, dia menemukan peninggalan Nabi Iskak, yakni Kuda Kalisahak.

Amir Ambyah merupakan seorang yang taat beragama. Ia bercita-cita menyebarkan agama suci ke seluruh negeri dengan menaklukkan kerajaan-kerajaan, termasuk kerajaan Kaos dan Koparman yang menolak masuknya agami suci.

Namun pada akhirnya mereka dapat dikalahkan dan mengakui kehebatan Amir Ambyah.
Kegiatan Pameran Busana dan Peradaban di Keraton Yogyakarta ini sendiri akan dibuka oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X di Bangsal Pagelaran.

Pameran akan berlangsung sejak 8 Maret hingga 4 April 2020. Jam kunjung ke pameran akan dibuka setiap hari Senin-Minggu dengan waktu kunjungan Senin-Kamis: 09.00-16.00 serta Jumat, Sabtu, Minggu pada pukul 09.00-21.00 WIB. Adapun tiket masuk ke venue pameran adalah sebear Rp 5,000.

Gelaran Pameran sendiri akan diisi degan serangkaian workshop batik, berbusana Jawa, dan diskusi seputar tema terkait Busana dan Peradaban di Keraton Yogyakarta.

Selain itu, juga akan digelar pementasan Beksan Trunojoyo pada 25 Maret dan wayang Wong Purwo pda 4 April 2020. Kedua gelaran ini juga terbuka untuk masyarakat umum hanya dengan membeli tiket masuk ke venue pagelaran saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar