Klarifikasi Kasus Konfirmasi (Positif) COVID-19 di Hipermarket di Kabupaten Sleman - Fyi Jogja

Breaking

For your information Jogja!

Selasa, 05 Mei 2020

Klarifikasi Kasus Konfirmasi (Positif) COVID-19 di Hipermarket di Kabupaten Sleman



Berkaitan dengan informasi yang beredar luas di media sosial terkait kasus Covid-19 di salah satu swalayan besar di Kabupaten Sleman,
dapat kami informasikan bahwa :

1. TIDAK BENAR bahwa 67 karyawan hipermarket tersebut positif Covid-19.
Klarifikasi:
Benar bahwa berdasarkan hasil uji swab Polymerase Chain Reaction (PCR), terdapat 1 kasus konfirmasi (positif) Covid-19 yang merupakan karyawan swalayan besar tersebut, dan saat ini dalam masa penyembuhan.

2. TIDAK BENAR bahwa dari hasil Rapid Test kepada 5 orang kontak erat dengan kasus konfirmasi tersebut, kemudian hasilnya terdapat 1 orang yang positif.

Klarifikasi:
Setelah mengetahui 1 kasus konfirmasi (positif) Covid-19 yg merupakan karyawan swalayan besar tersebut, Pemkab Sleman melalui Dinkes Sleman segera melakukan Rapid Diagnostic Test (RDT) terhadap 10 orang kontak erat dengan hasil 5 orang diantaranya reaktif.
Penelusuran (tracing) selanjutnya dilakukan kepada 94 orang pegawai, hasilnya 22 orang diantaranya reaktif.

Sampai dengan informasi ini dipublikasikan, Dinkes Sleman masih melakukan RDT terhadap 196 orang pegawai lainnya.

Sesuai prosedur, hasil RDT reaktif perlu ditindaklanjuti dengan uji swab PCR, dan sampai saat informasi ini dipublikasikan, BELUM ADA hasil terhadap uji tersebut.
Disamping itu, karyawan yang hasil RDT-nya "non reaktif", diwajibkan untuk melakukam karantina mandiri dan melakukan RDT ulang setelah 7-10 hari semenjak RDT pertama.

3. Pemkab Sleman telah mengambil langkah kebijakan Penutupan Sementara Operasional pelayanan swalayan besar tersebut. Hal ini tertuang pada surat Bupati Sleman No. 443/01152 tanggal 5 Mei 2020, yang bersifat amat segera.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sleman akan melakukan RDT terhadap karyawan yang belum menjalaninya, melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan swalayan, dan menutup operasional pelayanan swalayan besar tersebut sejak 5 Mei 2020 hingga diperoleh hasil uji PCR terhadap para karyawan yang RDT-nya reaktif. 

Sumber insatgram @kabarsleman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar