Rabu, 17 Februari 2021

RAMAI DI MEDIA SOSIAL, KHP KRIDHOMARDOWO KERATON YOGYAKARTA TERIMA ABDI DALEM SECARA TERBUKA








RAMAI DI MEDIA SOSIAL, KHP KRIDHOMARDOWO KERATON YOGYAKARTA TERIMA ABDI DALEM SECARA TERBUKA



Yogyakarta (18/02/2021) – Kawedanan Hageng Punakawan Kridhomardowo, divisi kesenian dan pertunjukan dari Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat ramai diperbincangkan di media sosial pasca tersebarnya unggahan penerimaan Abdi Dalem secara terbuka pada Selasa, 16 Februari 2021 lalu. Lima poster digital yang diunggah akun media sosial resmi Kraton Jogja ini menyertakan pula berbagai macam syarat untuk mendaftarkan diri menjadi Abdi Dalem di KHP Kridhomardowo pada 4 golongan yaitu Wiyaga, Pasindhen, Lebdaswara, dan Musikan.


“Selama ini kan banyak masyarakat yang ingin menjadi Abdi Dalem tapi tidak tahu, bagaimana caranya? Kebetulan kawedanan ini sendiri sedang membutuhkan Abdi Dalem untuk 4 golongan tersebut. Jadi saya bersama pengajeng atau pimpinan golongan Wiyaga yaitu MW. Susilomadyo dan teman-teman lain di Kridhomardowo membentuk tim, atas dhawuh KPH Notonegoro selaku penghageng, untuk membuka pendaftaran dan penerimaan secara terbuka. Kami ingin memberikan kesempatan kepada teman-teman di luar yang tertarik dan memang sungguh-sungguh berniat menjadi Abdi Dalem di Keraton Yogyakarta,” terang MB. Brongtomadyo selaku ketua panitia Penerimaan Abdi Dalem Kridhomardowo.


Penerimaan Abdi Dalem secara terbuka ini baru pertama kali dilakukan di KHP Kridhomardowo. Secara umum, persyaratannya adalah bersedia dengan tulus mengabdi di Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat; berusia 17-45 tahun; Warga Negara Indonesia, berdomisili atau tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta dan seputar Jawa Tengah; dan bersedia mengikuti tahap seleksi yang diadakan. Persyaratan mengenai domisili di DIY dan Jawa Tengah ini pun bertujuan untuk memudahkan mobilitas calon pendaftar, karena nantinya jika diterima menjadi Abdi Dalem akan ada kewajiban untuk marak dan sowan di Keraton Yogyakarta.


Adapun tahap seleksi dilakukan dalam 2 tahap. Tahap pertama dilaksanakan secara virtual dengan menyeleksi video yang dikirim peserta. Sementara untuk tahap kedua akan dilaksanakan penilaian secara langsung oleh tim dari KHP Kridhomardowo di Keraton Yogyakarta.


Golongan yang dibuka pada penerimaan Abdi Dalem kali ini adalah Wiyaga (penabuh gamelan); Pasindhen (penembang untuk perempuan); Lebdaswara (penembang untuk laki-laki); dan Musikan (korps musik yang bertugas memainkan alat musik barat di Keraton Yogyakarta). Tiap golongan juga memiliki persyaratan khusus seperti: bisa memainkan gamelan Gaya Yogyakarta untuk Wiyaga, bisa melagukan gerongan/sindhenan (syair) dari materi pilihan yaitu Ladrang Raja Manggala atau Ladrang Prabu Mataram untuk Lebdaswara dan Pasindhen, serta bisa membaca not balok dan memainkan alat musik tiup atau alat musik perkusi untuk Musikan.


“Banyak juga yang mungkin mempertanyakan kenapa hanya 4 golongan ini saja yang dibuka? Ya karena sejauh ini dari Kridhomardowo memang baru membutuhkan Abdi Dalem dari 4 golongan ini saja. Kalau untuk golongan lain di Kridhomardowo, menurut KPH Notonegoro, ini masih mencukupi. Sementara untuk tepas atau kawedanan lain, bukan kapasitas saya untuk menjawab, karena tiap tepas dan kawedanan memiliki kebijakannya masing-masing tentang tata cara penerimaan Abdi Dalem dan bidang apa saja yang dibutuhkan,” jelas MB. Brongtomadyo.


Bagi masyarakat yang tertarik, berniat, dan memenuhi syarat bisa mengikuti seleksi tahap 1 dengan membuat video yang menunjukkan dirinya memainkan gamelan, melagukan gerongan/sindhenan, atau memainkan alat musik sesuai ketentuan. Nantinya video ini bisa dikirimkan melalui e-mail kridhomardowo@kratonjogja.id hingga Senin, 1 Maret 2021 pukul 23.59 WIB. Adapun bagi masyarakat yang memiliki pertanyaan lanjutan mengenai penerimaan Abdi Dalem KHP Kridhomardowo Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat ini bisa menghubungi narahubung atas nama Nyi MJ Retnolumaksomardowo (Retno) di nomor 0822-2764-9449 (hanya menerima SMS & WhatsApp).


“Perlu diingat bagi teman-teman dan masyarakat yang ingin mendaftar, bahwa ini bukan lowongan pekerjaan, karena menjadi Abdi Dalem adalah komitmen pengabdian seumur hidup. Jadi intinya pengabdian ya, dengan cara nguri-uri kabudayan hadiluhung, khususnya karawitan di Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, itu yang perlu ditanamkan. Takutnya kalau dikira ini sebagai pekerjaan dengan imbalan tertentu, nanti akan kecewa,” jelas MB. Brongtomadyo. Setelah lolos seleksi tahap kedua pun nantinya tidak langsung jadi Abdi Dalem, tetapi akan ada proses Magang terlebih dahulu selama maksimal 2 tahun.

Comments


EmoticonEmoticon